Monday, August 24, 2015

Hiduplah Indonesia Raya



Tepat 1 minggu yang lalu negara saya tercinta, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-70. Kalau menyimak timeline facebook saya, masih banyak sekali yang dikeluhkan teman-teman dari negara ini. Dengan menyebut negara berarti saya menyebut pemerintah atau lebih spesifiknya presiden RI, Bapak Jokowi. Teman - teman facebook saya pasti tahu bahwa saya salah satu pendukung beliau dalam pemilu presiden yang lalu. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa dalam pemilu legislatif saya memberikan 3 dari 4 suara saya kepada Partai Gerindra. Tidak, anda tidak salah mendengar. Saya juga pendukung Bapak Prabowo.

Bukan, bukannya saya labil, tidak konsisten atau angin-anginan. Soal mendukung Jokowi, sejak bertemu langsung dengan beliau semasa masih menjabat Walikota Solo periode ke2 dulu, saya sudah jatuh cinta pada kesederhanaan beliau. Kemudian beliau melaju ke Pilgub Jakarta. Kota tetangga. Dan beliau, alhamdulillah menang lagi. Saya memperingatinya dengan membuat post singkat ini.
 
Ok, kembali ke Pak Prabowo lagi. Jujur saja saya menginginkan indonesia dipimpin pemimpin yang tegas, kalau perlu berlatar belakang militer seperti Pak Prabowo. Aduh, sudah happy banget terbayang punya presiden yang gagah gitu. Alhamdulillah di pemilu legislatif Partai Gerindra termasuk partai yang unggul dalam perolehan kursi di MPR/DPR. Tapi, semua berubah sejak negara api menyerang... XD tibalah waktu pemilu presiden. Koalisi – koalisi mulai terbentuk. Disinilah kekecewaan saya dimulai.

Partai Gerindra berkoalisi dengan partai Golkar. Jujur saja, saya dibesarkan dalam lingkungan yang “Golkar Banget”. Eyang kakung saya pernah memimpin proyek kuningisasi di kota kelahiran saya, Pekalongan. Eyang putri saya beberapa kali menjabat sebagai anggota MPK/DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Papa saya PNS, zaman orde baru dulu PNS kan wajib pilih Golkar. Dan, saking seringnya liat warna kuning dari bayi, warna favorit saya sampai detik ini juga warna kuning, warnanya partai Golkar. (Btw, saya bahkan menyertakan warna kuning dalam color scheme wedding saya). Jadi kurang Golkar apalagi coba saya?

Bukan tanpa alasan saya berpaling dari partai besar ini. Tahun 2009 saya dan teman-teman sekampus berkesempatan mengunjungi Surabaya – Bali lewat jalur darat dalam rangka KKN. Dan salah satu daerah yang kami lewati adalah Sidoarjo. Tentu semua warga Indonesia sudah mengetahui apa yang terjadi di sana. Yap, luapan lumpur yang terjadi di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. Telah menenggelamkan Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Tiga tahun berlalu dan kondisi sidoarjo makin menggenaskan. I don’t have to share any picture of it, I guess. Enough said, I’m done with them.

Selain Golkar ada lagi satu partai yang bergabung di teamnya Pak Prabowo. PKS. And I dont even wanna talk about it. Bye capres gantengku. Entah kenapa saya langsung punya feeling Pak Jokowi yang akan menang. Dan feeling saya benar.

Terlepas dari segala kontroversi di pemerintahan Pak Jokowi, saya bukannya tidak pernah kecewa dengan keputusan – keputusan yang beliau ambil. Sejak pemilihan menteri pun saya sudah merasakan kekecewaan. Iya, pemilihan ibu menko yang itu menurut saya sangat menodai optimisme saya pada Kabinet Kerja Pak Jokowi. Tapi, itulah dunia politik. Tidak ada kawan abadi dan tidak ada lawan abadi.

Sampai detik ini saya masih memiliki keyakinan Pak Jokowi akan melakukan hal – hal baik untuk Indonesia. Kenapa? I dont know exactly. Maybe one of the reason is because he still supported by some of the best persona in Indonesia, Pak Ainun Najib, Pak Anies Baswedan, dan tentu saja teman – teman demokreatif.

Saya termasuk orang yang percaya, we only get what we deserved. Jika kita merasa pemimpin kita saat ini bukan pemimpin yang cukup baik untuk negara ini, mungkin ini saatnya kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah cukup baik untuk orang – orang disekeliling kita? Semoga Allah menguatkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan hebat. Dan saya juga selalu berdoa, semoga di HUT RI ke 70 ini kita bisa melihat semakin banyak kemajuan di segala bidang. Aamiin. Untuk 70 tahun lagi dalam kemerdekaan, hiduplah Indonesia Raya.

setelah belasan tahun pake logo bendera kibar - kibar, akhirnya HUT RI ke 70 logonya baru

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...