Thursday, February 25, 2016

{ Wedding Highlights } Jakarta Photobooth

Hola.. waah tidak terasa sudah dua bulan ini saya menyandang gelar Ny. Iwan. "hutang" blogpost juga menumpuk >.< hihihi... Sebelumnya saya sudah membuat draft review untuk vendor catering, tapi karena satu dan lain hal blogpostnya belum bisa publish... hix3... Baiklah, karena saya belum bisa bercerita tentang catering sekarang ini saya akan mereview vendor yang paling mudah saya temui dan paling anti ribet. 


Sebelumnya saya mengenal vendor ini kestika survey gedung Pandansari tahun 2014 lalu. Awalnya saya dan suami sempat maju mundur saat akan memutuskan menggunakan jasa photobooth atau tidak. Selain pertimbangan biaya, kami khawatir akan repot untuk koordinasi di hari-H-nya karena kami tidak menggunakan jasa wedding organizer. Tentu kami ingin sekali mengabadikan momen dengan para tamu yang sudah meluangkan waktu untuk hadir. Tapi... kan ngga mungkin juga semua tamu ikutan foto di pelaminan, jadilah kami galau.

Di hari - hari terakhir persiapan, akhirnya kami memutuskan menggunakan jasa photobooth ini. kebetulan untuk decor photobooth kami dibantu oleh tim decor Diamond. Sempat terjadi insiden karena kurangnya koordinasi dengan team decor, tapi Alhamdulillah pada akhirnya semua berjalan lancar. Saya mengontak pihak the Jakarta Photobooth tepat 9 hari sebelum acara saya melalui Whatsapp. Waktu itu saya dibantu Mas Muhtar. Cukup mengisi data mengenai acara via whatsapp dan pembayaran dilakukan setelah acara berlangsung. Untuk tarifnya tertulis lengkap di websitenya


Setelah mengisi data saya dipersilahkan memilih frame yang akan digunakan. Disini mungkin kekurangannya tim the Jakarta Photobooth, desain framenya kurang "kekinian" hehe... akhirnya saya memilih satu frame yang bernuansa gold sesuai color scheme acara saya. Beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh desainer grafisnya untuk menunjukan template designnya. Karena tema acara kami adat jawa, dibuatlah template frame dengan hiasan wayang dan gunungan. Revisi sedikit and we're done! Oia, harga yang mereka tawarkan menurut saya paling murah dibandingkan jasa photobooth lain. Dan saking murahnya saya jadi tidak punya ekspektasi yang berlebihan ke mereka. Jujur saja saya cukup puas dengan vendor ini. Harga ok, koordinasi mudah, hasilnya juga bagus. Nah berikut ini hasil foto - fotonya. 

teman - teman kantor

Masih teman - teman kantor juga
Sehari - hari saya menghabiskan waktu yang cukup banyak berinteraksi dengan teman - teman kantor. As you can see mereka pake seragam batik kembaran. Hehehe... waktu itu saya cuma kasih kain batik untuk mereka. Untuk yang cowo - cowo sudah dalam bentuk kemeja batik. Sayangnya team ini ngga lengkap karena ada beberapa anggota team yang tidak bisa ikut hadir.

Teman - teman Arsitek UNDIP 2005
Ngga terasa sudah 10 tahun saya mengenal teman - teman saya ini. Now, we are more than just friends, I guess. We are more like a family. Ibu - ibu rempong yang mau repot - repot bikinin saya bridal shower yang sadis dan menghujani saya dengan berbagai macam hadiah (dan makanan tentunyah!). I LOOOOOOOOOOOOOVEEEEE YOUUUU ALL SOOOOOOOO MUCHOOO!
ini adalah geng sepupu dari pihak mamah
Keuntungan dari punya sodara sepupu yang sepantaran adalah kita bisa gila-gilaan bareng. Salah satu kegiatan wajib kita kalau lagi kumpul adalah karaoke. Hehehe... selalu kocak dan ngangenin.

Teman Sekolah

Mulai dari teman TK, SD, SMP, SMA sampai kuliah alhamdulillah bisa menyempatkan hadir. Terima kasih ya semua... :')

Gimana menurut bridezillas? Not bad huh?

Rate : ****

Address : Jl. Way Seputih 2 No.10, Tanjung Duren, Jakarta
Phone : 0822 1128 9999 / 0818160370 / 021 60802019 / 021 86340140 
E-mail : muhtartw@yahoo.co.id / jp@jakartapopuler.com

http://jakartaphotobooth.com/


Saturday, January 23, 2016

[ Wedding Preparation ] Venue Oh Venue Part 2 : Gedung Graha Dirgantara, Halim


Tuh kaaan? Apa saya bilang? Kambuh kan mager nge-blog-nya? Hahay... Inilah artikel pertama yang saya tulis sejak kembali aktif bekerja setelah cuti menikah. Jadi postingan ini saya tulis sambil nunggu si Mas Suami yang baru landing dan langsung otw jemput saya di kantor.

Okeeeh.. kali ini saya mau bahas venue kedua yang saya survey. Nama gedungnya Graha Dirgantara. Ketemu nama gedung ini sebenarnya ngga sengaja waktu datang Wedding Exponya Weddingku di JCC. Awalnya ngga terlalu tertarik karena jujur saja belum pernah dengar nama gedung ini, karena kalau dengar area Halim, pasti yang diingat Griya Adhya Garini, Puri Adhya Garini, Gedung BKKBN dll. Jadi pas lagi cari – cari stand nya gedung SMESCO, kita ketemu stand gedung ini. SPGnya ngasih brosur. Cukup lengkap informasinya, ada peta, rekanan catering, harga sewa gedung dll, walau dari segi desain sih “ngga banget” ya.. :p Kalah kece sama brosur venue – venue lain.



Pas udah sampe rumah, bongkar – bongkar brosur, koq sepertinya menarik ya... akhirnya coba kontak pengelola gedungnya untuk janjian survey lokasi venuenya. Tanggal 15 Agustus 2015 kita cuss ke Halim.
Dari segi lokasi, venue ini strategis banget, di sebelah gedung BKKBN. Daerah Halim memang terkenal aksesnya mudah dari mana saja, dekat bandara pula. Gedungnya sendiri masih baru dan terlihat megah. Buat saya pribadi ada beberapa hal yang menjadikan saya membatalkan niat memakai hall ini apa aja? Ini dia point – pointnya.


1.       Marketingnya jutek parah. Ya Allah, mungkin tampilan saya pas ke sana ngga kaya orang punya duit ya? :p I don’t even want to remember the marketing’s name. Yang jelas si mba ini setelah nemenin saya dan mas foto – foto terus nanya, "Ada yang mau ditanya lagi ngga?" dengan nada dan muka yang ngga ada sopan - sopannya. "Kalau ngga ada saya balik ke ruangan ya. Makasih." Bujug dah.. Lagi dapet mba? Apa belom gajian? Atau belom dilamar yaaa sama pacarnyaaa? Makannya jangan jutek – jutek mba, laki juga males kalik. #mulaingelantur


 2.       Desain gedung ini seperti dirancang setengah – setengah untuk digunakan sebagai fasilitas umum. Hallnya agak aneh posisinya. Kalau bridezillas ada keturunan etnis tiong hoa sudah pasti ogah pake gedung ini. Feng Sui nya ngga kece kalo ruangan lebih rendah dari jalan utama. Terletak di lantai paling bawah (semi basement kalo saya bilang) dan agak ke belakang. Memang ada lift untuk ke bawah tapi tetap saja aneh posisinya. Posisi pintu masuknya lebih aneh lagi. Pintu masuk ke hall nya kecil banget. Sudah pasti terjadi “bottle neck” kalau tamunya ramai. 


 3.       Interiornya memang mewah, lantainya kinclong abiess dan banyak pilar – pilar motif kawung dihias indirect lighting. Sayangnya plafonnya sangat pendek untuk ukuran wedding hall. Kalau hanya sekedar untuk acara gathering dengan tamu terbatas dan terkesan intimate, ruangan ini mungkin cocok. Tapi untuk acara kami sepertinya bakal sumpek banget.


 4.       Stagenya super aneh. It was a small additional but permanent steel stage covered with a plain red carpet and a gigantic column in the middle. How weird is that? Kalau kolomnya kecil imut lucu dan gampang ditutup sih ngga papa. Tapi ini kolom gede booo... sepanjang survey saya bertanya – tanya... ARSITEKNYA SIAPA SIIIIH? (T.T) parah banget lu om bikin gedung begini modelnye.

  
5.       Kapasitas gedungnya meragukan, di brosur dan website tertulis 2000 orang tapi si mba marketing juteknya bilang, kalau untuk wedding dengan tamu 2000 orang perlu tambah tenda di samping. Ngga konsisten. Sebenernya gedung ini punya kelebihan di lahan parkir yang super duper luas. Tapi kan kita mau ngadain acaranya di dalam gedung buakan di luar gedung, hehehe...


 6.      Nilai plus gedung ini adalah ruang riasnya ada 3 dan cukup luas. Pantrynya juga luas dan bersih tapi tetap saja harganya tidak sebanding dengan fasilitas yang diperoleh dan kerempongan yang akan timbul kalau menggunakan gedung ini. Setahu saya dengan harga yang sama kami bisa sewa gedung lain yang lebih luas & lebih famous tempatnya.. Jadi mantaplah kami coret gedung ini dari daftar venue. BYE!


Jl. Protokol Halim Perdanakusuma No.8
Jakarta Timur, 13610
Phone: 021 2983 8001 / 021 2983 8002 / 08119119447 / 08119119424
Email:
vini.agustin@energiprima.com
http://www.primamediaenergi.com/

Thursday, August 27, 2015

[ Wedding Preparation ] Venue Oh Venue Part 1 : Gedung Pandansari, Cibubur



Why is this feeling still bothering me? It’s been more than a year. But I feel like I won’t be ready for this, forever. Why am I being too sentimental about it? It is just a building, a venue for my wedding. Yeah I have failed to get married there once. Is it the fear of failed for the second time that frightened me? Or is it just me being too “lebay”? Can i face the fact that any venue I picked won’t effect my marriage whatsoever?

Kenapa ya sulit sekali merelakan yang satu ini? Apa mungkin karena venue ini saya lah yang booking dari awal? Saya yang menelepon pengelolanya langsung, saya yang cek gedungnya langsung sampai terakhir H-1 saya yang berniat ambil uang sisa yang bisa dibalikin setelah dibatalin?
 
Berjalan dalam iringan pengantin di dalamnya (pas nikahan (calon) adik ipar) pun sudah pernah saya jalani. Kenapa memutuskan menggelar resepsi disana (lagi) jadi beban yang begitu berat ya? Ya ampun, kayanya bener deh saya Cuma lebay dan overly sensitif aja. Nyatanya resepsi tidak akan ada korelasinya dengan kelanggengan rumah tangga kan?  Yang penting menjalani semuanya dengan sepenuh hati, insya Allah langgeng sampe maut memisahkan. Aamiin.

Mungkin ada yang belom tau tragedi cerita yang terjadi sebelumnya dalam hidup saya. Hehehe.. oke deh saya cerita. Singkat aja ya. Here we go...

saya pernah batal menikah.

Udah itu aja. Singkat banget kan? Haha.. ngeselin :p Ya tapi memang kenyataannya begitu. Tidak banyak yang bisa saya bagi di sini soalnya. Karena menjaga nama baik keluarga. Baik keluarga saya dan keluarga Mr.X. Pada intinya tahun lalu saya pernah berencana menikah dengan seorang laki-laki (sebut saja Mr.X) tapi karena satu dan lainnya akhirnya saya putuskan untuk membatalkan. Jadi saya harus membatalkan juga semua hal tentang pernikahan itu termasuk soal venuenya. Naaaah.. kenapa beberapa paragraf diatas terasa sangat galau adalah karena ada kemungkinan saya akan memakai gedung yang sama di acara resepsi saya yang insya Allah di akhir tahun ini. 
 
foto fasade gedung ini diambil menggunakan kamera BB jadul, jadi maaf y kualitasnya menyedihkan >.<
BTW, gedung apa sih yang saya bicarakan ini? Namanya Gedung Pandansari, letaknya Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur. Kalau ada yang tinggal di sekitar Depok dan Cibubur pasti sering banget kondangan disini. Aksesnya memang mudah ya dari toll. Ruangannya sendiri sangat luas, menurut vendor catering ku bisa menampung sampai 2000 orang. Ini jadi bahan pertimbangan yang sangat penting buat saya dan mas.

peta warna mint cute ini buatan graphic designer sahabat saya eka perdana
Tunggu, apaaa? 2000 orang? Ajegile! Yep! We are about to gather 2000 people on my wedding day. Kenafaaaa? Ya tentunya karena faktor keluarga kami yang sama – sama besar dan relasi orang tua kami yang buanyak. Berikut ini beberapa foto gedungnya waktu saya datang kesana buat survey di tahun 2014. Kebetulan sedang ada wedding party juga disana.

kalau tidak salah catering yang sedang perform ini namanya Wulandari
Dari segi bangunan sendiri, menurut saya sudah perlu di upgrade. Keramik sudah kusam dan kurang menarik. Dinding - dindingnya yang dihiasi ornamen kain tradisional juga terkesan "jadul" banget. Tapi kalau soal tinggi plafon, Pandansari cukup bagus, kesan megahnya dapet banget. 


Beberapa catering rekanan Gedung Pandansari yang saya tahu adalah Tidar's, Manna Catering, Hj. Tini, Wulandari dan Mitra Wangi. Waktu adiknya si mas menikah disini mereka pakai catering Mitra Wangi.Oia masukan dari Bu Agusniar pemilik Manna Catering untuk tamu sebanyak 2000 orang sebaiknya tambah tenda di bagian depan gedung supaya tidak terlalu crowded di dalam gedungnya. Contohnya bisa dilihat disini. Tambah tenda = tambah budget. Aduh, bikin galau.

Sayangnya update terakhir yang saya terima untuk bulan Desember 2015 ini hari-hari weekend di gedung ini sudah penuh. Jadi gedung ini saya coret dari daftar list venue saya. Oia untuk harga sewanya saat saya survey tahun 2014 masih Rp 10.000.000 sedangkan harga di tahun ini naik 25%. Cukup fantastis kenaikannya, mengingat tidak ada perubahan atau fasilitas yang meningkat dari tahun sebelumnya. Satu hal lagi yang saya kurang suka, pengelolanya sangat tidak ramah. Untuk book tanggal bisa via telepon selama tanggal kita tidak diinginkan orang lain DP 50% bisa dilakukan mendekati hari H dan pelunasannya maksimal di H-7.

Pengalaman saya membooking gedung ini, DP bisa kembali asalkan tanggal yang kita inginkan ada yang akan memakai. Namun apabila tidak ada yang akan memakai DP bisa dipastikan hangus, seperti yang saya alami tahun lalu karena saya melakukan pembatalan gedungnya 1,5 bulan sebelum hari-H.

ini pricelist terakhir yang saya save sari facebook page officialnya

Nama Gedung : Gedung Pandan Sari

Alamat            : Taman Bunga Wiladatika, Cibubur
No. Telpon      : 8731859

Website           : http://www.tamanrekreasiwiladatika.com/



Monday, August 24, 2015

Hiduplah Indonesia Raya



Tepat 1 minggu yang lalu negara saya tercinta, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-70. Kalau menyimak timeline facebook saya, masih banyak sekali yang dikeluhkan teman-teman dari negara ini. Dengan menyebut negara berarti saya menyebut pemerintah atau lebih spesifiknya presiden RI, Bapak Jokowi. Teman - teman facebook saya pasti tahu bahwa saya salah satu pendukung beliau dalam pemilu presiden yang lalu. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa dalam pemilu legislatif saya memberikan 3 dari 4 suara saya kepada Partai Gerindra. Tidak, anda tidak salah mendengar. Saya juga pendukung Bapak Prabowo.

Bukan, bukannya saya labil, tidak konsisten atau angin-anginan. Soal mendukung Jokowi, sejak bertemu langsung dengan beliau semasa masih menjabat Walikota Solo periode ke2 dulu, saya sudah jatuh cinta pada kesederhanaan beliau. Kemudian beliau melaju ke Pilgub Jakarta. Kota tetangga. Dan beliau, alhamdulillah menang lagi. Saya memperingatinya dengan membuat post singkat ini.
 
Ok, kembali ke Pak Prabowo lagi. Jujur saja saya menginginkan indonesia dipimpin pemimpin yang tegas, kalau perlu berlatar belakang militer seperti Pak Prabowo. Aduh, sudah happy banget terbayang punya presiden yang gagah gitu. Alhamdulillah di pemilu legislatif Partai Gerindra termasuk partai yang unggul dalam perolehan kursi di MPR/DPR. Tapi, semua berubah sejak negara api menyerang... XD tibalah waktu pemilu presiden. Koalisi – koalisi mulai terbentuk. Disinilah kekecewaan saya dimulai.

Partai Gerindra berkoalisi dengan partai Golkar. Jujur saja, saya dibesarkan dalam lingkungan yang “Golkar Banget”. Eyang kakung saya pernah memimpin proyek kuningisasi di kota kelahiran saya, Pekalongan. Eyang putri saya beberapa kali menjabat sebagai anggota MPK/DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Papa saya PNS, zaman orde baru dulu PNS kan wajib pilih Golkar. Dan, saking seringnya liat warna kuning dari bayi, warna favorit saya sampai detik ini juga warna kuning, warnanya partai Golkar. (Btw, saya bahkan menyertakan warna kuning dalam color scheme wedding saya). Jadi kurang Golkar apalagi coba saya?

Bukan tanpa alasan saya berpaling dari partai besar ini. Tahun 2009 saya dan teman-teman sekampus berkesempatan mengunjungi Surabaya – Bali lewat jalur darat dalam rangka KKN. Dan salah satu daerah yang kami lewati adalah Sidoarjo. Tentu semua warga Indonesia sudah mengetahui apa yang terjadi di sana. Yap, luapan lumpur yang terjadi di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. Telah menenggelamkan Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Tiga tahun berlalu dan kondisi sidoarjo makin menggenaskan. I don’t have to share any picture of it, I guess. Enough said, I’m done with them.

Selain Golkar ada lagi satu partai yang bergabung di teamnya Pak Prabowo. PKS. And I dont even wanna talk about it. Bye capres gantengku. Entah kenapa saya langsung punya feeling Pak Jokowi yang akan menang. Dan feeling saya benar.

Terlepas dari segala kontroversi di pemerintahan Pak Jokowi, saya bukannya tidak pernah kecewa dengan keputusan – keputusan yang beliau ambil. Sejak pemilihan menteri pun saya sudah merasakan kekecewaan. Iya, pemilihan ibu menko yang itu menurut saya sangat menodai optimisme saya pada Kabinet Kerja Pak Jokowi. Tapi, itulah dunia politik. Tidak ada kawan abadi dan tidak ada lawan abadi.

Sampai detik ini saya masih memiliki keyakinan Pak Jokowi akan melakukan hal – hal baik untuk Indonesia. Kenapa? I dont know exactly. Maybe one of the reason is because he still supported by some of the best persona in Indonesia, Pak Ainun Najib, Pak Anies Baswedan, dan tentu saja teman – teman demokreatif.

Saya termasuk orang yang percaya, we only get what we deserved. Jika kita merasa pemimpin kita saat ini bukan pemimpin yang cukup baik untuk negara ini, mungkin ini saatnya kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah cukup baik untuk orang – orang disekeliling kita? Semoga Allah menguatkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan hebat. Dan saya juga selalu berdoa, semoga di HUT RI ke 70 ini kita bisa melihat semakin banyak kemajuan di segala bidang. Aamiin. Untuk 70 tahun lagi dalam kemerdekaan, hiduplah Indonesia Raya.

setelah belasan tahun pake logo bendera kibar - kibar, akhirnya HUT RI ke 70 logonya baru

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...