Saturday, January 23, 2016

Venue Oh Venue Part 2 : Gedung Graha Dirgantara, Halim


Tuh kaaan? Apa saya bilang? Kambuh kan mager nge-blog-nya? Hahay... Inilah artikel pertama yang saya tulis sejak kembali aktif bekerja setelah cuti menikah. Jadi postingan ini saya tulis sambil nunggu si Mas Suami yang baru landing dan langsung otw jemput saya di kantor.

Okeeeh.. kali ini saya mau bahas venue kedua yang saya survey. Nama gedungnya Graha Dirgantara. Ketemu nama gedung ini sebenarnya ngga sengaja waktu datang Wedding Exponya Weddingku di JCC. Awalnya ngga terlalu tertarik karena jujur saja belum pernah dengar nama gedung ini, karena kalau dengar area Halim, pasti yang diingat Griya Adhya Garini, Puri Adhya Garini, Gedung BKKBN dll. Jadi pas lagi cari – cari stand nya gedung SMESCO, kita ketemu stand gedung ini. SPGnya ngasih brosur. Cukup lengkap informasinya, ada peta, rekanan catering, harga sewa gedung dll, walau dari segi desain sih “ngga banget” ya.. :p Kalah kece sama brosur venue – venue lain.



Pas udah sampe rumah, bongkar – bongkar brosur, koq sepertinya menarik ya... akhirnya coba kontak pengelola gedungnya untuk janjian survey lokasi venuenya. Tanggal 15 Agustus 2015 kita cuss ke Halim.
Dari segi lokasi, venue ini strategis banget, di sebelah gedung BKKBN. Daerah Halim memang terkenal aksesnya mudah dari mana saja, dekat bandara pula. Gedungnya sendiri masih baru dan terlihat megah. Buat saya pribadi ada beberapa hal yang menjadikan saya membatalkan niat memakai hall ini apa aja? Ini dia point – pointnya.


1.       Marketingnya jutek parah. Ya Allah, mungkin tampilan saya pas ke sana ngga kaya orang punya duit ya? :p I don’t even want to remember the marketing’s name. Yang jelas si mba ini setelah nemenin saya dan mas foto – foto terus nanya, "Ada yang mau ditanya lagi ngga?" dengan nada dan muka yang ngga ada sopan - sopannya. "Kalau ngga ada saya balik ke ruangan ya. Makasih." Bujug dah.. Lagi dapet mba? Apa belom gajian? Atau belom dilamar yaaa sama pacarnyaaa? Makannya jangan jutek – jutek mba, laki juga males kalik. #mulaingelantur


 2.       Desain gedung ini seperti dirancang setengah – setengah untuk digunakan sebagai fasilitas umum. Hallnya agak aneh posisinya. Kalau bridezillas ada keturunan etnis tiong hoa sudah pasti ogah pake gedung ini. Feng Sui nya ngga kece kalo ruangan lebih rendah dari jalan utama. Terletak di lantai paling bawah (semi basement kalo saya bilang) dan agak ke belakang. Memang ada lift untuk ke bawah tapi tetap saja aneh posisinya. Posisi pintu masuknya lebih aneh lagi. Pintu masuk ke hall nya kecil banget. Sudah pasti terjadi “bottle neck” kalau tamunya ramai. 


 3.       Interiornya memang mewah, lantainya kinclong abiess dan banyak pilar – pilar motif kawung dihias indirect lighting. Sayangnya plafonnya sangat pendek untuk ukuran wedding hall. Kalau hanya sekedar untuk acara gathering dengan tamu terbatas dan terkesan intimate, ruangan ini mungkin cocok. Tapi untuk acara kami sepertinya bakal sumpek banget.


 4.       Stagenya super aneh. It was a small additional but permanent steel stage covered with a plain red carpet and a gigantic column in the middle. How weird is that? Kalau kolomnya kecil imut lucu dan gampang ditutup sih ngga papa. Tapi ini kolom gede booo... sepanjang survey saya bertanya – tanya... ARSITEKNYA SIAPA SIIIIH? (T.T) parah banget lu om bikin gedung begini modelnye.

  
5.       Kapasitas gedungnya meragukan, di brosur dan website tertulis 2000 orang tapi si mba marketing juteknya bilang, kalau untuk wedding dengan tamu 2000 orang perlu tambah tenda di samping. Ngga konsisten. Sebenernya gedung ini punya kelebihan di lahan parkir yang super duper luas. Tapi kan kita mau ngadain acaranya di dalam gedung buakan di luar gedung, hehehe...


 6.      Nilai plus gedung ini adalah ruang riasnya ada 3 dan cukup luas. Pantrynya juga luas dan bersih tapi tetap saja harganya tidak sebanding dengan fasilitas yang diperoleh dan kerempongan yang akan timbul kalau menggunakan gedung ini. Setahu saya dengan harga yang sama kami bisa sewa gedung lain yang lebih luas & lebih famous tempatnya.. Jadi mantaplah kami coret gedung ini dari daftar venue. BYE!


Jl. Protokol Halim Perdanakusuma No.8
Jakarta Timur, 13610
Phone: 021 2983 8001 / 021 2983 8002 / 08119119447 / 08119119424
Email:
vini.agustin@energiprima.com
http://www.primamediaenergi.com/

Thursday, August 27, 2015

Venue Oh Venue Part 1 : Gedung Pandansari, Cibubur



Why is this feeling still bothering me? It’s been more than a year. But I feel like I won’t be ready for this, forever. Why am I being too sentimental about it? It is just a building, a venue for my wedding. Yeah I have failed to get married there once. Is it the fear of failed for the second time that frightened me? Or is it just me being too “lebay”? Can i face the fact that any venue I picked won’t effect my marriage whatsoever?

Kenapa ya sulit sekali merelakan yang satu ini? Apa mungkin karena venue ini saya lah yang booking dari awal? Saya yang menelepon pengelolanya langsung, saya yang cek gedungnya langsung sampai terakhir H-1 saya yang berniat ambil uang sisa yang bisa dibalikin setelah dibatalin?
 
Berjalan dalam iringan pengantin di dalamnya (pas nikahan (calon) adik ipar) pun sudah pernah saya jalani. Kenapa memutuskan menggelar resepsi disana (lagi) jadi beban yang begitu berat ya? Ya ampun, kayanya bener deh saya Cuma lebay dan overly sensitif aja. Nyatanya resepsi tidak akan ada korelasinya dengan kelanggengan rumah tangga kan?  Yang penting menjalani semuanya dengan sepenuh hati, insya Allah langgeng sampe maut memisahkan. Aamiin.

Mungkin ada yang belom tau tragedi cerita yang terjadi sebelumnya dalam hidup saya. Hehehe.. oke deh saya cerita. Singkat aja ya. Here we go...

saya pernah batal menikah.

Udah itu aja. Singkat banget kan? Haha.. ngeselin :p Ya tapi memang kenyataannya begitu. Tidak banyak yang bisa saya bagi di sini soalnya. Karena menjaga nama baik keluarga. Baik keluarga saya dan keluarga Mr.X. Pada intinya tahun lalu saya pernah berencana menikah dengan seorang laki-laki (sebut saja Mr.X) tapi karena satu dan lainnya akhirnya saya putuskan untuk membatalkan. Jadi saya harus membatalkan juga semua hal tentang pernikahan itu termasuk soal venuenya. Naaaah.. kenapa beberapa paragraf diatas terasa sangat galau adalah karena ada kemungkinan saya akan memakai gedung yang sama di acara resepsi saya yang insya Allah di akhir tahun ini. 
 
foto fasade gedung ini diambil menggunakan kamera BB jadul, jadi maaf y kualitasnya menyedihkan >.<
BTW, gedung apa sih yang saya bicarakan ini? Namanya Gedung Pandansari, letaknya Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur. Kalau ada yang tinggal di sekitar Depok dan Cibubur pasti sering banget kondangan disini. Aksesnya memang mudah ya dari toll. Ruangannya sendiri sangat luas, menurut vendor catering ku bisa menampung sampai 2000 orang. Ini jadi bahan pertimbangan yang sangat penting buat saya dan mas.

peta warna mint cute ini buatan graphic designer sahabat saya eka perdana
Tunggu, apaaa? 2000 orang? Ajegile! Yep! We are about to gather 2000 people on my wedding day. Kenafaaaa? Ya tentunya karena faktor keluarga kami yang sama – sama besar dan relasi orang tua kami yang buanyak. Berikut ini beberapa foto gedungnya waktu saya datang kesana buat survey di tahun 2014. Kebetulan sedang ada wedding party juga disana.

kalau tidak salah catering yang sedang perform ini namanya Wulandari
Dari segi bangunan sendiri, menurut saya sudah perlu di upgrade. Keramik sudah kusam dan kurang menarik. Dinding - dindingnya yang dihiasi ornamen kain tradisional juga terkesan "jadul" banget. Tapi kalau soal tinggi plafon, Pandansari cukup bagus, kesan megahnya dapet banget. 


Beberapa catering rekanan Gedung Pandansari yang saya tahu adalah Tidar's, Manna Catering, Hj. Tini, Wulandari dan Mitra Wangi. Waktu adiknya si mas menikah disini mereka pakai catering Mitra Wangi.Oia masukan dari Bu Agusniar pemilik Manna Catering untuk tamu sebanyak 2000 orang sebaiknya tambah tenda di bagian depan gedung supaya tidak terlalu crowded di dalam gedungnya. Contohnya bisa dilihat disini. Tambah tenda = tambah budget. Aduh, bikin galau.

Sayangnya update terakhir yang saya terima untuk bulan Desember 2015 ini hari-hari weekend di gedung ini sudah penuh. Jadi gedung ini saya coret dari daftar list venue saya. Oia untuk harga sewanya saat saya survey tahun 2014 masih Rp 10.000.000 sedangkan harga di tahun ini naik 25%. Cukup fantastis kenaikannya, mengingat tidak ada perubahan atau fasilitas yang meningkat dari tahun sebelumnya. Satu hal lagi yang saya kurang suka, pengelolanya sangat tidak ramah. Untuk book tanggal bisa via telepon selama tanggal kita tidak diinginkan orang lain DP 50% bisa dilakukan mendekati hari H dan pelunasannya maksimal di H-7.

Pengalaman saya membooking gedung ini, DP bisa kembali asalkan tanggal yang kita inginkan ada yang akan memakai. Namun apabila tidak ada yang akan memakai DP bisa dipastikan hangus, seperti yang saya alami tahun lalu karena saya melakukan pembatalan gedungnya 1,5 bulan sebelum hari-H.

ini pricelist terakhir yang saya save sari facebook page officialnya

Nama Gedung : Gedung Pandan Sari

Alamat            : Taman Bunga Wiladatika, Cibubur
No. Telpon      : 8731859

Website           : http://www.tamanrekreasiwiladatika.com/



Monday, August 24, 2015

Hiduplah Indonesia Raya



Tepat 1 minggu yang lalu negara saya tercinta, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-70. Kalau menyimak timeline facebook saya, masih banyak sekali yang dikeluhkan teman-teman dari negara ini. Dengan menyebut negara berarti saya menyebut pemerintah atau lebih spesifiknya presiden RI, Bapak Jokowi. Teman - teman facebook saya pasti tahu bahwa saya salah satu pendukung beliau dalam pemilu presiden yang lalu. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa dalam pemilu legislatif saya memberikan 3 dari 4 suara saya kepada Partai Gerindra. Tidak, anda tidak salah mendengar. Saya juga pendukung Bapak Prabowo.

Bukan, bukannya saya labil, tidak konsisten atau angin-anginan. Soal mendukung Jokowi, sejak bertemu langsung dengan beliau semasa masih menjabat Walikota Solo periode ke2 dulu, saya sudah jatuh cinta pada kesederhanaan beliau. Kemudian beliau melaju ke Pilgub Jakarta. Kota tetangga. Dan beliau, alhamdulillah menang lagi. Saya memperingatinya dengan membuat post singkat ini.
 
Ok, kembali ke Pak Prabowo lagi. Jujur saja saya menginginkan indonesia dipimpin pemimpin yang tegas, kalau perlu berlatar belakang militer seperti Pak Prabowo. Aduh, sudah happy banget terbayang punya presiden yang gagah gitu. Alhamdulillah di pemilu legislatif Partai Gerindra termasuk partai yang unggul dalam perolehan kursi di MPR/DPR. Tapi, semua berubah sejak negara api menyerang... XD tibalah waktu pemilu presiden. Koalisi – koalisi mulai terbentuk. Disinilah kekecewaan saya dimulai.

Partai Gerindra berkoalisi dengan partai Golkar. Jujur saja, saya dibesarkan dalam lingkungan yang “Golkar Banget”. Eyang kakung saya pernah memimpin proyek kuningisasi di kota kelahiran saya, Pekalongan. Eyang putri saya beberapa kali menjabat sebagai anggota MPK/DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Papa saya PNS, zaman orde baru dulu PNS kan wajib pilih Golkar. Dan, saking seringnya liat warna kuning dari bayi, warna favorit saya sampai detik ini juga warna kuning, warnanya partai Golkar. (Btw, saya bahkan menyertakan warna kuning dalam color scheme wedding saya). Jadi kurang Golkar apalagi coba saya?

Bukan tanpa alasan saya berpaling dari partai besar ini. Tahun 2009 saya dan teman-teman sekampus berkesempatan mengunjungi Surabaya – Bali lewat jalur darat dalam rangka KKN. Dan salah satu daerah yang kami lewati adalah Sidoarjo. Tentu semua warga Indonesia sudah mengetahui apa yang terjadi di sana. Yap, luapan lumpur yang terjadi di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. Telah menenggelamkan Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Tiga tahun berlalu dan kondisi sidoarjo makin menggenaskan. I don’t have to share any picture of it, I guess. Enough said, I’m done with them.

Selain Golkar ada lagi satu partai yang bergabung di teamnya Pak Prabowo. PKS. And I dont even wanna talk about it. Bye capres gantengku. Entah kenapa saya langsung punya feeling Pak Jokowi yang akan menang. Dan feeling saya benar.

Terlepas dari segala kontroversi di pemerintahan Pak Jokowi, saya bukannya tidak pernah kecewa dengan keputusan – keputusan yang beliau ambil. Sejak pemilihan menteri pun saya sudah merasakan kekecewaan. Iya, pemilihan ibu menko yang itu menurut saya sangat menodai optimisme saya pada Kabinet Kerja Pak Jokowi. Tapi, itulah dunia politik. Tidak ada kawan abadi dan tidak ada lawan abadi.

Sampai detik ini saya masih memiliki keyakinan Pak Jokowi akan melakukan hal – hal baik untuk Indonesia. Kenapa? I dont know exactly. Maybe one of the reason is because he still supported by some of the best persona in Indonesia, Pak Ainun Najib, Pak Anies Baswedan, dan tentu saja teman – teman demokreatif.

Saya termasuk orang yang percaya, we only get what we deserved. Jika kita merasa pemimpin kita saat ini bukan pemimpin yang cukup baik untuk negara ini, mungkin ini saatnya kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah cukup baik untuk orang – orang disekeliling kita? Semoga Allah menguatkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan hebat. Dan saya juga selalu berdoa, semoga di HUT RI ke 70 ini kita bisa melihat semakin banyak kemajuan di segala bidang. Aamiin. Untuk 70 tahun lagi dalam kemerdekaan, hiduplah Indonesia Raya.

setelah belasan tahun pake logo bendera kibar - kibar, akhirnya HUT RI ke 70 logonya baru

Saturday, August 8, 2015

And the story goes..



Dear readers (is there any readers? >.<) please meet my one and only Mr. Right...

ini foto pas lagi nongkrong di GI. Biar apa? Biar kekinian lah!

Hihihi... Menggemaskan kan? :D Tidak seperti biasanya ya saya memposting foto pasangan saya. His name is Iwan Hermanto. My Pak Dhe introduces him & his parents to me & my parents. No, it is not that kind of arrangement like the one happened to Siti Nurbaya. My Pak Dhe only wants us to get to know each other by our self. Kind of old fashioned right? Yes, it is! But alhamdulillah it works very well for us.


Honestly, the first time we met I felt no spark between us. I mean he was so quiet back then. From the way he talk, I know he is a polite and smart person. After that meeting we exchange our phone number and BBM pin. Then the story goes...
 

Our first date was awkward. We promise to meet each other at Cibubur Junction. Right before I met him I bought a glass of HOPHOP. Then he asked me whether I want to watch the movie? And I said yes. Unfortunately the movie that we want to watch is not available in the theater, so we decided to go to Margo City. Heading to the basement, entering his blue corolla, everything goes very well. Until I forgot that I put the-already-opened-HOPHOP in my bag and put it in my lap. Can you guess what happened next? Yup! It fell over in his just-go-out-from-the-salon-car. Aaargggh... I feel so stupid!


saksi bisu our unforgettable first date ;) insya Allah jadi wedding car juga nantinya.. *foto ngegrab seenaknya dari FB si mas he3*


He said it is okay, but I feel horrible... (T~~T)

The awkwardness doesn’t end there. Arrived in MargoCity we didn’t get the movie ticket we want. The movie we want to watch is The Penguin of Madagascar btw. But hey! There is still one theater to go! Walking (yes we WALK from Margo to Detos!) to Depok Town Square full of hope, finally we get the ticket for another movie. Interstellar. Have no idea that the movie is that “heavy” I notice that Mas Iwan is fell-a-sleep in the middle of the movie. Hihihi... Three hours later the mall is already closed and we walk back to Margo city. OMG! Mas, I’m so sorry to torture you like this on our first date.

What an unforgetable date... :p Jujur saja, setelah first date ini kami tidak langsung jadian or pacaran. banyak date-date setelahnya yang berjalan cukup normal (i guess >.<). 

for me this quotes is "Mas Iwan banget" :*

Long story short, saat ini kami sedang merencanakan pernikahan kami. Mohon doanya ya. Cerita-cerita ajaib selama persiapan pernikahan ini akan saya share via blog ini. Dengan catatan, kalau saya ngga mager*. Sama sekali tidak ada niat untuk pamer, riya atau apalah-apalah. Hanya ingin berbagi cerita, dan berharap kalau suatu hari nanti kami lagi berantem terus bete-bete-an terus liat cerita-cerita ini bisa kembali ingat tujuan awalnya kami bersama. Iya, kami ingin saling membahagiakan satu sama lain. Ciyeeeeh... so sweet banget kan? hihihi... 

Oia sebenernya selain alasan tadi saya menulis blog ini juga sebagai pelepas stress. Buat yang sudah menikah atau sedang dalam proses mempersiapkan pernikahan pasti tau rasanya. Bukannya lebay atau gimana, tapi buat saya pribadi menulis membantu saya mengurangi tekanan dalam diri saya. Sharing story ini juga saya dedikasikan untuk teman - teman blogger yang sudah sharing tentang cerita persiapan pernikahannya di blog. It helps me a lot! Thank you! And I think now it is time for me to give back... ;) Alhamdulillah saya punya calon suami yang pengertian dan sangat mendukung saya untuk menulis. Apalagi saat ini kondisi kami lagi LDR** jadi siapa tahu dengan tulisan - tulisan ini bisa sedikit  mengobati kangennya si Mas disana #uhuk

Semoga semuanya bisa menikmati tulisan - tulisan saya ya. Maafkan penggunaan bahasa yang campur aduk seperti makanan kesukaan saya gado-gado. Sesungguhnya ingin sekali menulis full bahasa inggris supaya tulisan saya bisa go global gitu, tapi saya merasa masih punya banyak keterbatasan dalam berbahasa Inggris. Lagi pula informasi yang saya sharing nantinya tentunya lebih banyak akan bermanfaat bagi teman-teman di Indonesia. 

Bismillah... Semoga tulisan saya nantinya bisa bermanfaat baik untuk saya pribadi, (calon) suami dan tentunya untuk para bride-to-be. Aamiin...

*Mager = MAles GERak
**LDR = Long Distance Relationship



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...