Thursday, August 27, 2015

Venue Oh Venue Part 1 : Gedung Pandansari, Cibubur



Why is this feeling still bothering me? It’s been more than a year. But I feel like I won’t be ready for this, forever. Why am I being too sentimental about it? It is just a building, a venue for my wedding. Yeah I have failed to get married there once. Is it the fear of failed for the second time that frightened me? Or is it just me being too “lebay”? Can i face the fact that any venue I picked won’t effect my marriage whatsoever?

Kenapa ya sulit sekali merelakan yang satu ini? Apa mungkin karena venue ini saya lah yang booking dari awal? Saya yang menelepon pengelolanya langsung, saya yang cek gedungnya langsung sampai terakhir H-1 saya yang berniat ambil uang sisa yang bisa dibalikin setelah dibatalin?
 
Berjalan dalam iringan pengantin di dalamnya (pas nikahan (calon) adik ipar) pun sudah pernah saya jalani. Kenapa memutuskan menggelar resepsi disana (lagi) jadi beban yang begitu berat ya? Ya ampun, kayanya bener deh saya Cuma lebay dan overly sensitif aja. Nyatanya resepsi tidak akan ada korelasinya dengan kelanggengan rumah tangga kan?  Yang penting menjalani semuanya dengan sepenuh hati, insya Allah langgeng sampe maut memisahkan. Aamiin.

Mungkin ada yang belom tau tragedi cerita yang terjadi sebelumnya dalam hidup saya. Hehehe.. oke deh saya cerita. Singkat aja ya. Here we go...

saya pernah batal menikah.

Udah itu aja. Singkat banget kan? Haha.. ngeselin :p Ya tapi memang kenyataannya begitu. Tidak banyak yang bisa saya bagi di sini soalnya. Karena menjaga nama baik keluarga. Baik keluarga saya dan keluarga Mr.X. Pada intinya tahun lalu saya pernah berencana menikah dengan seorang laki-laki (sebut saja Mr.X) tapi karena satu dan lainnya akhirnya saya putuskan untuk membatalkan. Jadi saya harus membatalkan juga semua hal tentang pernikahan itu termasuk soal venuenya. Naaaah.. kenapa beberapa paragraf diatas terasa sangat galau adalah karena ada kemungkinan saya akan memakai gedung yang sama di acara resepsi saya yang insya Allah di akhir tahun ini. 
 
foto fasade gedung ini diambil menggunakan kamera BB jadul, jadi maaf y kualitasnya menyedihkan >.<
BTW, gedung apa sih yang saya bicarakan ini? Namanya Gedung Pandansari, letaknya Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur. Kalau ada yang tinggal di sekitar Depok dan Cibubur pasti sering banget kondangan disini. Aksesnya memang mudah ya dari toll. Ruangannya sendiri sangat luas, menurut vendor catering ku bisa menampung sampai 2000 orang. Ini jadi bahan pertimbangan yang sangat penting buat saya dan mas.

peta warna mint cute ini buatan graphic designer sahabat saya eka perdana
Tunggu, apaaa? 2000 orang? Ajegile! Yep! We are about to gather 2000 people on my wedding day. Kenafaaaa? Ya tentunya karena faktor keluarga kami yang sama – sama besar dan relasi orang tua kami yang buanyak. Berikut ini beberapa foto gedungnya waktu saya datang kesana buat survey di tahun 2014. Kebetulan sedang ada wedding party juga disana.

kalau tidak salah catering yang sedang perform ini namanya Wulandari
Dari segi bangunan sendiri, menurut saya sudah perlu di upgrade. Keramik sudah kusam dan kurang menarik. Dinding - dindingnya yang dihiasi ornamen kain tradisional juga terkesan "jadul" banget. Tapi kalau soal tinggi plafon, Pandansari cukup bagus, kesan megahnya dapet banget. 


Beberapa catering rekanan Gedung Pandansari yang saya tahu adalah Tidar's, Manna Catering, Hj. Tini, Wulandari dan Mitra Wangi. Waktu adiknya si mas menikah disini mereka pakai catering Mitra Wangi.Oia masukan dari Bu Agusniar pemilik Manna Catering untuk tamu sebanyak 2000 orang sebaiknya tambah tenda di bagian depan gedung supaya tidak terlalu crowded di dalam gedungnya. Contohnya bisa dilihat disini. Tambah tenda = tambah budget. Aduh, bikin galau.

Sayangnya update terakhir yang saya terima untuk bulan Desember 2015 ini hari-hari weekend di gedung ini sudah penuh. Jadi gedung ini saya coret dari daftar list venue saya. Oia untuk harga sewanya saat saya survey tahun 2014 masih Rp 10.000.000 sedangkan harga di tahun ini naik 25%. Cukup fantastis kenaikannya, mengingat tidak ada perubahan atau fasilitas yang meningkat dari tahun sebelumnya. Satu hal lagi yang saya kurang suka, pengelolanya sangat tidak ramah. Untuk book tanggal bisa via telepon selama tanggal kita tidak diinginkan orang lain DP 50% bisa dilakukan mendekati hari H dan pelunasannya maksimal di H-7.

Pengalaman saya membooking gedung ini, DP bisa kembali asalkan tanggal yang kita inginkan ada yang akan memakai. Namun apabila tidak ada yang akan memakai DP bisa dipastikan hangus, seperti yang saya alami tahun lalu karena saya melakukan pembatalan gedungnya 1,5 bulan sebelum hari-H.

ini pricelist terakhir yang saya save sari facebook page officialnya

Nama Gedung : Gedung Pandan Sari

Alamat            : Taman Bunga Wiladatika, Cibubur
No. Telpon      : 8731859

Website           : http://www.tamanrekreasiwiladatika.com/



Monday, August 24, 2015

Hiduplah Indonesia Raya



Tepat 1 minggu yang lalu negara saya tercinta, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-70. Kalau menyimak timeline facebook saya, masih banyak sekali yang dikeluhkan teman-teman dari negara ini. Dengan menyebut negara berarti saya menyebut pemerintah atau lebih spesifiknya presiden RI, Bapak Jokowi. Teman - teman facebook saya pasti tahu bahwa saya salah satu pendukung beliau dalam pemilu presiden yang lalu. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa dalam pemilu legislatif saya memberikan 3 dari 4 suara saya kepada Partai Gerindra. Tidak, anda tidak salah mendengar. Saya juga pendukung Bapak Prabowo.

Bukan, bukannya saya labil, tidak konsisten atau angin-anginan. Soal mendukung Jokowi, sejak bertemu langsung dengan beliau semasa masih menjabat Walikota Solo periode ke2 dulu, saya sudah jatuh cinta pada kesederhanaan beliau. Kemudian beliau melaju ke Pilgub Jakarta. Kota tetangga. Dan beliau, alhamdulillah menang lagi. Saya memperingatinya dengan membuat post singkat ini.
 
Ok, kembali ke Pak Prabowo lagi. Jujur saja saya menginginkan indonesia dipimpin pemimpin yang tegas, kalau perlu berlatar belakang militer seperti Pak Prabowo. Aduh, sudah happy banget terbayang punya presiden yang gagah gitu. Alhamdulillah di pemilu legislatif Partai Gerindra termasuk partai yang unggul dalam perolehan kursi di MPR/DPR. Tapi, semua berubah sejak negara api menyerang... XD tibalah waktu pemilu presiden. Koalisi – koalisi mulai terbentuk. Disinilah kekecewaan saya dimulai.

Partai Gerindra berkoalisi dengan partai Golkar. Jujur saja, saya dibesarkan dalam lingkungan yang “Golkar Banget”. Eyang kakung saya pernah memimpin proyek kuningisasi di kota kelahiran saya, Pekalongan. Eyang putri saya beberapa kali menjabat sebagai anggota MPK/DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Papa saya PNS, zaman orde baru dulu PNS kan wajib pilih Golkar. Dan, saking seringnya liat warna kuning dari bayi, warna favorit saya sampai detik ini juga warna kuning, warnanya partai Golkar. (Btw, saya bahkan menyertakan warna kuning dalam color scheme wedding saya). Jadi kurang Golkar apalagi coba saya?

Bukan tanpa alasan saya berpaling dari partai besar ini. Tahun 2009 saya dan teman-teman sekampus berkesempatan mengunjungi Surabaya – Bali lewat jalur darat dalam rangka KKN. Dan salah satu daerah yang kami lewati adalah Sidoarjo. Tentu semua warga Indonesia sudah mengetahui apa yang terjadi di sana. Yap, luapan lumpur yang terjadi di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. Telah menenggelamkan Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Tiga tahun berlalu dan kondisi sidoarjo makin menggenaskan. I don’t have to share any picture of it, I guess. Enough said, I’m done with them.

Selain Golkar ada lagi satu partai yang bergabung di teamnya Pak Prabowo. PKS. And I dont even wanna talk about it. Bye capres gantengku. Entah kenapa saya langsung punya feeling Pak Jokowi yang akan menang. Dan feeling saya benar.

Terlepas dari segala kontroversi di pemerintahan Pak Jokowi, saya bukannya tidak pernah kecewa dengan keputusan – keputusan yang beliau ambil. Sejak pemilihan menteri pun saya sudah merasakan kekecewaan. Iya, pemilihan ibu menko yang itu menurut saya sangat menodai optimisme saya pada Kabinet Kerja Pak Jokowi. Tapi, itulah dunia politik. Tidak ada kawan abadi dan tidak ada lawan abadi.

Sampai detik ini saya masih memiliki keyakinan Pak Jokowi akan melakukan hal – hal baik untuk Indonesia. Kenapa? I dont know exactly. Maybe one of the reason is because he still supported by some of the best persona in Indonesia, Pak Ainun Najib, Pak Anies Baswedan, dan tentu saja teman – teman demokreatif.

Saya termasuk orang yang percaya, we only get what we deserved. Jika kita merasa pemimpin kita saat ini bukan pemimpin yang cukup baik untuk negara ini, mungkin ini saatnya kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah cukup baik untuk orang – orang disekeliling kita? Semoga Allah menguatkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan hebat. Dan saya juga selalu berdoa, semoga di HUT RI ke 70 ini kita bisa melihat semakin banyak kemajuan di segala bidang. Aamiin. Untuk 70 tahun lagi dalam kemerdekaan, hiduplah Indonesia Raya.

setelah belasan tahun pake logo bendera kibar - kibar, akhirnya HUT RI ke 70 logonya baru

Saturday, August 8, 2015

And the story goes..



Dear readers (is there any readers? >.<) please meet my one and only Mr. Right...

ini foto pas lagi nongkrong di GI. Biar apa? Biar kekinian lah!

Hihihi... Menggemaskan kan? :D Tidak seperti biasanya ya saya memposting foto pasangan saya. His name is Iwan Hermanto. My Pak Dhe introduces him & his parents to me & my parents. No, it is not that kind of arrangement like the one happened to Siti Nurbaya. My Pak Dhe only wants us to get to know each other by our self. Kind of old fashioned right? Yes, it is! But alhamdulillah it works very well for us.


Honestly, the first time we met I felt no spark between us. I mean he was so quiet back then. From the way he talk, I know he is a polite and smart person. After that meeting we exchange our phone number and BBM pin. Then the story goes...
 

Our first date was awkward. We promise to meet each other at Cibubur Junction. Right before I met him I bought a glass of HOPHOP. Then he asked me whether I want to watch the movie? And I said yes. Unfortunately the movie that we want to watch is not available in the theater, so we decided to go to Margo City. Heading to the basement, entering his blue corolla, everything goes very well. Until I forgot that I put the-already-opened-HOPHOP in my bag and put it in my lap. Can you guess what happened next? Yup! It fell over in his just-go-out-from-the-salon-car. Aaargggh... I feel so stupid!


saksi bisu our unforgettable first date ;) insya Allah jadi wedding car juga nantinya.. *foto ngegrab seenaknya dari FB si mas he3*


He said it is okay, but I feel horrible... (T~~T)

The awkwardness doesn’t end there. Arrived in MargoCity we didn’t get the movie ticket we want. The movie we want to watch is The Penguin of Madagascar btw. But hey! There is still one theater to go! Walking (yes we WALK from Margo to Detos!) to Depok Town Square full of hope, finally we get the ticket for another movie. Interstellar. Have no idea that the movie is that “heavy” I notice that Mas Iwan is fell-a-sleep in the middle of the movie. Hihihi... Three hours later the mall is already closed and we walk back to Margo city. OMG! Mas, I’m so sorry to torture you like this on our first date.

What an unforgetable date... :p Jujur saja, setelah first date ini kami tidak langsung jadian or pacaran. banyak date-date setelahnya yang berjalan cukup normal (i guess >.<). 

for me this quotes is "Mas Iwan banget" :*

Long story short, saat ini kami sedang merencanakan pernikahan kami. Mohon doanya ya. Cerita-cerita ajaib selama persiapan pernikahan ini akan saya share via blog ini. Dengan catatan, kalau saya ngga mager*. Sama sekali tidak ada niat untuk pamer, riya atau apalah-apalah. Hanya ingin berbagi cerita, dan berharap kalau suatu hari nanti kami lagi berantem terus bete-bete-an terus liat cerita-cerita ini bisa kembali ingat tujuan awalnya kami bersama. Iya, kami ingin saling membahagiakan satu sama lain. Ciyeeeeh... so sweet banget kan? hihihi... 

Oia sebenernya selain alasan tadi saya menulis blog ini juga sebagai pelepas stress. Buat yang sudah menikah atau sedang dalam proses mempersiapkan pernikahan pasti tau rasanya. Bukannya lebay atau gimana, tapi buat saya pribadi menulis membantu saya mengurangi tekanan dalam diri saya. Sharing story ini juga saya dedikasikan untuk teman - teman blogger yang sudah sharing tentang cerita persiapan pernikahannya di blog. It helps me a lot! Thank you! And I think now it is time for me to give back... ;) Alhamdulillah saya punya calon suami yang pengertian dan sangat mendukung saya untuk menulis. Apalagi saat ini kondisi kami lagi LDR** jadi siapa tahu dengan tulisan - tulisan ini bisa sedikit  mengobati kangennya si Mas disana #uhuk

Semoga semuanya bisa menikmati tulisan - tulisan saya ya. Maafkan penggunaan bahasa yang campur aduk seperti makanan kesukaan saya gado-gado. Sesungguhnya ingin sekali menulis full bahasa inggris supaya tulisan saya bisa go global gitu, tapi saya merasa masih punya banyak keterbatasan dalam berbahasa Inggris. Lagi pula informasi yang saya sharing nantinya tentunya lebih banyak akan bermanfaat bagi teman-teman di Indonesia. 

Bismillah... Semoga tulisan saya nantinya bisa bermanfaat baik untuk saya pribadi, (calon) suami dan tentunya untuk para bride-to-be. Aamiin...

*Mager = MAles GERak
**LDR = Long Distance Relationship



Monday, April 13, 2015

The Day

9 Apr 14 
"I'll never forget this day 
The day that I make the biggest decision in my life 
The day that I choose to speak up what I keep inside  
The day that I feel like I'm ready to face the world   
The day that I let you go"



It's been a year. Tidak terasa sekali ya? Banyak hal yang terjadi setahun belakangan. Ada banyak pencapaian mengejutkan, ada kehilangan (lagi) dan ada cerita baru yang dimulai. Semuanya tidak selalu indah tapi yang jelas membuat hidup saya semakin berwarna. Saya sangat bersyukur atas hidup saya, dan keberadaan orang-orang terdekat di sekeliling saya.

Semakin hari, saya semakin sadar. Ketika saya harus merelakan kepergian seseorang, sesungguhnya saya tidak kehilangan apa-apa. Saya hanya diberi kesempatan untuk menyediakan tempat di hati saya untuk orang-orang baru yang akan datang. There's much more great things to come. Insyaa Allah.

Kemarin malam saya mendapat kiriman undangan pernikahan dari seseorang yang dulu pernah dekat di hati saya. Bersyukur sekali dia bisa menemukan belahan jiwanya yang memiliki satu keyakinan yang sama. Semoga dia bahagia dengan pilihannya dan kami bisa tetap berteman baik selamanya. Aamiin.



Semoga post ini bisa menjadi penanda aktifnya kembali blog saya. Oia, sepertinya ke depannya saya akan lebih sering menulis dalam bahasa indonesia dicampur sedikit english. Dengan harapam saya bisa lebih mudah dan lebih sering menulis. By the way, postingan ini cocok sekali kalau dibaca sambil mendengarkan lagu "The day you went away" dari M2M :D


Tuesday, March 4, 2014

mint to be

i miss blogging so much...

too many words in my mind. i am confuse which one to share now... naaah... it just my excuse anyway... :p

as a gather my spirit to write, please enjoy these picture i compile randomly from google. at the moment. i am realy into this mint - torquise - tosca - teal color. ;) it looks great with black and white combo.





 













Wednesday, November 27, 2013

we love our doctor

Semua pasti sudah dengar tentang kasus dr. Ayu dkk dari berbagai media. Vonis yang dijatuhkan kepada dr. Ayu dkk ini menimbulkan sebuah gelombang aksi solidaritas dari rekan-rekan sejawatnya yang berprofesi sebagai dokter. Nah, saya mau share tweet dari Mba @TussieAyu dari Kompas TV soal diskusi #KompasMalam yang terkait kasus ini ah... Bismillah...



"Tadi malam #KompasMalam bahas dialog "Hak Dokter vs Hak Pasien". Pengen share dialog tadi malem yang cukup seru

Diskusi mengundang Ketua IDI Zaenal Abidin dan Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YKKI), dr Marius Widjajarta

Terus terang, saat mengusulkan tema ini sbg dialog, saya berpikir netral. Mungkin saja MA yg benar, mungkin dokter yg benar

Terbersit di pikiran, mungkin vonis MA ini salah. Walaupun Hakim yang memutuskan adalah Hakim Artidjo Alkostar yang kredibilitasnya baik

Sbg informasi, hakim Artidjo adalah yang memvonis Angie Sondakh 12 tahun penjara

Saya pikir, kenapa hakim Artidjo bisa memutus dr Ayu dkk 10 bulan penjara? Dia toh tdk melanggar prosedur?

Apakah ini vonis yang merupakan kesalahan pertama dari Hakim Artidjo? Apa vonis ini cuma mencari "tepuk tangan"?

Apa vonis ini cuma ingin membuat rasa ketidakadilan keluarga korban terpenuhi?

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab saat mengajukan tema itu sebagai dialog kemarin

Kami pun para produser berdebat panjang untuk menentukan tema ini sebagai dialog. Dari mulai penentuan angle hingga narasumber.

Akhirnya setelah berdiskusi, kami setuju mengundang kedua narasumber tersebut dalam dialog #KompasMalam

Ternyata dalam dialog, dr. Marius mengungkap begitu banyak fakta yang mengubah pendapat saya tentang kasus ini, fakta ini tidak terbantahkan

Saya share beberapa fakta yang penting aja ya. (sebenernya kalo ngikutin dialognya lebih seru lagi)

1. Pelayanan kesehatan di Indonesia belum punya standar. Standar hanya bersandar pada hati nurani dan berbeda tiap rumah sakit.

2. Sejak lama, dr Marius dan YKKI sudah mendorong agar ada standar pelayanan kesehatan di Indonesia, tp hingga sekarang blm terwujud

3. dr Ayu dan tim belum lulus dokter spesialis.

4. Saat operasi caesar pada pasien, tidak ada dokter anastesi dalam tim tersebut.

Fakta nomor 3 dan 4 tadi, tidak terbantahkan oleh Ketua IDI. Ketika diminta tanggapan, Ketua IDI malah bersikukuh ga mau bahas itu.

Ketua IDI cuma menekankan, dr Ayu dkk sudah melakukan tindakan sesuai prosedur dan tidak ada pelanggaran

Silakan dinilai sendiri, apakah benar tidak ada pelanggaran prosedur?

Jadi sebenarnya muara dari persoalan ini adalah tidak adanya standar pelayanan kesehatan di Indonesia.

Yah mungkin IDI bisa berkilah, dr Ayu tidak melanggar prosedur. Ya iya..orang standar pelayanan juga ngga jelas.

Lalu Ketua IDI tadi malam juga bilang, walaupun hari ini mogok, tapi buat layanan emergency masih berjalan.

Lalu hal ini dikomentari dr. Marius: sebenarnya di Indonesia ini standar emergency juga ngga jelas. Standarnya yah hati nurani saja.

Jlebbb..banget pernyataannya dr Marius. Dan Ketua IDI ngga bisa membantah lagi.

Dialog tadi malam jadi memutar opini saya.

Silakan aja dokter mau gelar aksi solidaritas hari ini. Kita toh negara demokrasi..semua orang bebas berpendapat

Tapi tolong diingat sumpah dokternya. Dokter bersumpah untuk kepentingan perikemanusiaan, bukan kepentingan teman sejawat.

Salut sama dr Marius yg berani kritik habis2an teman sejawatnya. Pasti ngga mudah krn melawan teman sendiri.

Salut juga sama hakim Artidjo Alkostar. Anda lulus ujian lagi. "

Notes from me : 

- Tidak banyak yang saya tahu soal kasus ini. tapi saya penasaran, teman - teman dokter yang melakukan aksi solidaritas itu tau ngga ya soal fakta-fakta ini?

- Kalo mo tau tentang dr Marius Widjajarta bisa disimak disini

- Kalo mo tau tentang Hakim Artidjo Alkostar bisa disimak disini

- Bagaimana pun kita semua pasti berharap kasus ini bisa selesai dengan baik. Keadilan harus ditegakkan. Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar dalam kasus ini, we love (and NEED!!) our doctor, right? *apalagi dokter yang ganteng dan ramah kaya dr. Oz :p* 


picture credit : Mbah Google

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...